Kamis, 04 Juni 2020

Pengendalian Diri



PENGENDALIAN DIRI

Dibalik kesedihan pasti ada kesenangan. Dibalik kesenangan pasti ada kesedihan. Orang yang biasanya kita lihat dikesehariannya selalu ceria, senang, gembira, dan bahagia, belum tentu dirinya yang sebenarnya itu bahagia. Namun, bisa jadi dia telah menyimpan sebuah masalah, entah itu besar ataupun kecil, kita tidak tau.

Karena dia tidak mau orang lain melihat bahwa dirinya itu sedang di selimuti oleh sebuah masalah. Dia tidak mau membebankan orang lain hanya dengan karena masalah yang dihadapinya. Dan dia pun tidak mau membuat orang lain itu khawatir dengan dirinya. Makanya, dia lebih memilih untuk tidak menampakkan kesedihannya itu. Dia memilih untuk ikut bahagia dengan orang yang tengah bahagia. Dia tidak mau menderita di atas kebahagian orang lain. Dan begitu pula sebaliknya. Dia tidak mau berbahagia diatas penderitaan orang lain.

Kalau teman tengah dalam kesedihan atau ada masalah, maka kita tidak boleh berdiam diri dan membiarkannya sendirian. Kita sebagai seorang muslim, terutama sebagai seorang teman yang baik dan yang peduli kepada teman kita, maka kita harus membantunya, untuk meringankan beban masalahnya.

Sebaik-baik teman adalah seorang sahabat. Dan sebaik-baik sahabat itu adalah orang yang selalu mengajak kita untuk selalu berbuat baik, menuju kepada jalan yang benar. Selalu menegur kita jika kita dalam keadaan salah. Menemani kita dikala kita sendirian. Menghibur kita dikala kita sedang sedih. Pokoknya, disetiap dalam keadaan suka mau pun duka, mereka pasti akan selalu ada buat kita.

Setiap gerak gerik yang ada pada diri kita, entah itu dalam setiap detik, menit, jam bahkan membutuhkan waktu yang lama, pasti itu adalah suatu perbuatan yang akan kita lakukan. Entah itu baik atau pun tidak baik, yang bisa mengontrol itu semua hanyalah diri kita sendiri. Dan setiap perbuatan itu harus dipertanggung jawabkan. Jika perbuatan yang kita lakukan selama ini baik, maka akan berbuah baik pula bagi kita. Namun jika sebaliknya, yaitu perbuatan yang kita lakukan tidak baik, maka buah atau hasil yang kita dapatkan pula tidak akan pernah baik, selagi kita tidak pernah merubah semua yang tidak baik itu.

Jangan sampai kita terjerumus ke jalan yang tidak baik. Kita harus pandai mengontrol diri kita, dan banyak menuntut ilmu, salah satunya tentang ilmu agama. Agar kita bisa lebih mengetahui mana yang hak dan mana yang batil, yaitu mana yang baik dan mana yang tidak baik.


Minggu, 26 Januari 2020

Laporan Hasil Wawancara


Laporan Hasil Wawancara
WAWANCARA TENTANG
EMOSI

Dosen Pengampu:
Nama Dosen


Logo


Laporan Hasil Wawancara ini Diajukan Untuk Memenuhi Tugas
Mata Kuliah Psikologi

Oleh:
Ratih Maloppo

JURUSAN ILMU AL-QUR’AN DAN TAFSIR
FAKULTAS USHULUDDIN DAN DAKWAH
IAIN SULTAN AMAI GORONTALO
2020




KATA PENGANTAR
Puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, berkat rahmat dan hidayah-Nya sehingga makalah ini dapat terselesaikan dengan baik dalam jangka waktu yang telah ditentukan.
Adapun pembahasan yang dibahas dalam wawancara ini adalah Emosi”. Wawancara ini dibuat untuk memenuhi salah satu tugas UAS mata kuliah Psikologi.
Penulisan makalah ini telah diselesaikan dengan semaksimal mungkin. Namun, sekiranya masih terdapat kesalahan dan kekurangan, kami sangat mengharapkan kritik dan saran dari pembaca demi kesempurnaan makalah ini.



Gorontalo,     Januari 2020


Penulis






PEMBAHASAN
A.    Penjelasan Teori
1           1. Pengertian Emosi
Emosi sering di istilahkan juga sebagai perasaan. Atas hal ini dikatakan bahwa emosi biasanya disifatkan sebagai suatu keadaan (state) dari diri seseorang pada suatu waktu. Misalnya saja, sesorang merasa senang, sedih, teraharu, dan sebagainya bila melihat seuatu, mendengar sesuatu, dan bahkan mencium sesuatu. Singkat kata, emosi disifatkan sebagai suatu keadaan mental sebagai akibat adanya peristiwa-peristiwa yang pada umumnya datang dari luar; dan peristiwa-peristiwa tersebut pada umumnya menimbulkan kegoncangan-kegoncangan pada diri orang tersebut.
Menurut Daniel Goleman, seorang pakar kecerdasan emosional, ia mendefinisikan emosi dalam Oxford English Dictionary yang memaknai emosi sebagai setiap kegiatan atau pergolakan pikiran, perasaan, nafsu, setiap keadaan mental yang hebat dan meluap-meluap.lalu ia menyimpulkan bahwa emosi merujuk pada suatu perasaan dan pikiran-pikiran khas, suatu keadaan biologis dan psikologis serta rangkaian kecenderungan untuk bertindak.
Dalam definisi lain, menyatakan bahwa emosi adalah suatu respon terhadap suatu dari perangsang yang menyebabkan perubahan fisiologis disertai perasaan yang kuat dan biasanya mengandung kemungkinan untuk meletus.

2.      Bentuk-bentuk Emosi
Menurut Daniel Goleman mengidentifikasi sejumlah kelompok emosi, yaitu sebagi berikut:
1.      Amarah, didalamnya meliputi brutal, mengamuk, benci, marah besar, jengkel, kesal hati, terganggu, rasa pahit, berang, tersinggung, bermusuhan, tindak kekerasan, dan kebencian patalogis.
2.      Kesedihan, didalamnya meliputi pedih, sedih, muram, suram, melankolis, mengasihani diri, kesepian, ditolak, putus asa, depresi.
3.      Rasa takut, di dalamnya meliputi cemas, takut, gugup, khawatir, waswas, perasaan takut sekali, sedih, waspada, tidak tenang hati, ngeri, kecut,panik, dan fobia.
4.      Kenimatan, di dalamnya meliputi bahagia, gembira, ringan puas, riang, senang, terhibur, bangga, kenikmatan inderawi, takjub, terpesona, puas, rasa terpenuhi, girang, senang sekali, dan maniah.
5.      Cinta, di dalamnya meliputi penerimaan, persahabatan, kepercayaan, kebaikan hati, rasa dekat, bakti, hormat, kasmaran, dan kasih sayang.
6.      Terkejut, di dalamnya meliputi terkesiap, takjub, dan terpanah.
7.      Jengkel, di dalamnya meliputi hina, jijik, muak, mual, benci, tidak suka, dan mau muntah.
8.      Malu, di dalamnya meliputi rasa abersalah, malu hati, kesal hati, menyesal, hina, aib, dan hati hancur lebur.

3.      Kondisi Fisiologis Ketika Emosi
Jika kita mengalami suatu emosi kuat, serasa takut atau marah, kita tentunya merasakan sejumlah peubahan pada tubuh. Sebagian besar perubahan fisiologis selama rangsangan emosional terjadi akibat aktivitas cabang simpatik dari sistem saraf otonomik untuk mempersiapkan tubuh melakukan tindakan darurat. Dalam hal ini, sistem simpatik bertanggungjawab untuk terjadinya perubahan-perubahan berikut:
1.      Tekanan darah dan kecepatan jantung meningkat
2.      Pernafasan terjadi lebih cepat
3.      Pupil mata mengalami dilatasi
4.      Keringat meningakat sementara sekresi salifa dan mukus menurun
5.      Kadar gula darah meningkat untuk memberikan lebih banyak energi
6.      Darah membeku lebih cepat untuk persiapan kalau terjadi luka
7.      Motilitas saluran gastrointestinal menurun, darah dialihkan dari lambung dan usus ke otak dan otot rangka rambut di kulit menjadi tegang menyebabkan menjadi merinding.

4.      Komponen Emosi
Emosi yang kuat mencakup beberapa komponen umum yaitu reaksi tubuh, kumpulan pikiran dan keyakinan yang menyertai emosi, ekspresi wajah, dan reaksi terhadap sebuah pengalaman.
1.      Reaksi tubuh. Jika marah misalnya, maka tubuh kita kadang-kadang gemetar atau suara kita meninggi, walaupun kita tidak mnginginkannya
2.      Kumpulan pikiran dan keyakinan yang menyertai emosi biasanya terjadi secara otomatis.
3.      Reaksi terhadap sebuah pengalaman. Ini mencakup reaksi spesifik dan reaksi yang lebih global. Misalnya, kemarahan mungkin menyebabkan agresi (spesifik), dan mungkin menggelapkan pandangan kita terhadap realita sosial (global).

B.     Hasil Wawancara
1.      Waktu dan Tempat
Hari/Tanggal   :  Kamis, 09 Januari 2020
Waktu             :  Pukul 08.00 Wita s/d
Tempat            :  Kost Ahmad Masyfuq, Limboto, Kab. Gorontalo

2.      Narasumber     :  Sartika N. Dakula
Pewawancara  :  Ratih Maloppo

Pertanyaan                        :  Menurut Anda emosi itu apa dan emosi itu bagaimana?
Jawaban                : Jadi menurut saya dan menurut yang pernah saya baca, emosi itu tidak hanya berkaitan dengan amarah saja, tapi emosi itu dapat juga berkaitan dengan perasaan seseorang, seperti seseorang itu mengekspresikannya secara berlebihan. Emosi juga bisa berarti perasaan sedih, amarah, nah itu juga termasuk dalam emosi atau bagian dari emosi itu sendiri. Jika diperhatikan di zaman sekarang, kebanyakan orang itu mengartikan bahwa emosi itu adalah sebuah amarah seseorang. Akan tetapi, sebenarnya emosi itu bukan hanya tentang marah.

Pertanyaan            : Bagaimana menurut Anda dengan gembira, terkejut dan ceria, apakah itu termasuk dalam emosi atau tidak?
Jawaban                : Menurut saya iya, itu termasuk dalam emosi, dan itu kan tergantung perasaan dari seserorang, tetapi menurut saya itu yang diekspresikan secara berlebihan. Jadi intinya disini, emosi itu berkaitan dengan perasaan, entah itu dari perasaan sedih, marah, bahagia, atau cinta, nah itu semua emosinya yang berperan dalam hal itu.

Pertanyaan            :  Apa sebab dari emosi itu sendiri jika menurut Anda?
Jawaban                : Yaitu adanya aksi yang melibatkan perasaan. Tapi, itu Tergantung juga dari emosinya itu emosi apa. Kalau misalnya emosinya tentang amarah, berarti ada suatu masalah atau konflik yang menyebabkan emosi amarah itu muncul, dan yang diekspresikannya secara berlebihan.

Pertanyaan            : Apa dampak yang terjadi dari emosi itu sendiri jika menurut Anda?
Jawaban                : Jika seseorang itu mengekspresikan amarahnya secara berlebihan, maka dampaknya itu akan terjadi pada lingkungannya sendiri. Orang akan mudah menilai seseorang itu, yaitu menilai bahwa seseorang ini mempunyai sifat pemarah atau yang buruk. Karena, orang yang sedang emosi apalagi dalam keadaan marah, itu sangat sulit untuk dapat mengontrol diri sendiri dari emosi tersebut. Jadi, dampak yang muncul itu kebanyakan adalah dampak negatif. Kecuali misalnya dalam momen-momen tertentu, nah itu bisa menjadi dampak yang positif. Contohnya seperti emosi seorang pemimpin. Emosi seorang pemimpin yang ketika melihat para anggotanya bekerja dengan tidak optimal atau tidak sesuai dengan tupoksinya atau sebagainya, itu merupakan emosi atau amarah dari pemimpin itu sendiri, yang bisa mendorong untuk supaya para anggotanya bisa lebih semangat dan lebih giat dalam bekerja sesuai dengan tugasnya masing-masing, dan lebih optimal lagi dalam bekerja.

Pertanyaan            : Jika emosi itu terjadi pada diri Anda sendiri, apa yang akan Anda lakukan? Misalnya entah itu emosi dari segi amarah atau gembira, nah maka apa yang akan Anda lakukan jika emosi itu terjadi?
Jawaban                : Berhubung saya adalah orang yang sangat ekspresif, karena saya itu salah satu tipe orang yang kalau soal perasaan, itu selalu suka mengekspresikannya secara berlebihan, baik itu sedih, marah, ataupun bahagia, sebenarnya jika posisi kita sebagai orang yang kalem dan pendiam, maka kita harus tetap terlihat anggun jika dilihat orang atau di khalayat umum. Tapi itu sangat berbeda dengan saya. Saya itu suka mengekspresikan emosi saya berlebihan. Nah, jika emosi amarah itu terjadi pada saya, misalnya yang posisi saya sekarang sebagai seorang ketua tingkat, dan saya sudah melaksanakan tugas saya sebagai seorang ketua tingkat itu dengan sebaik mungkin, seperti saya sudah menyampaikan apa pesan dari dosen atau ada kegiatan-kegiatan lain kepada teman-teman saya, dan kemudian ada teman-teman saya ternyata tetap masih ada yang komentar ini dan itu atau terjadi kesalahpahaman, dan sampai menyalahkan saya, padahal saya sudah menyampaikan itu dengan sedemikian rupa. Nah, itu saya bisa sampai mengekspresikan amarah saya dengan secara terang-terangan atau kalau dalam bahasa kita sehari-hari yaitu blak-blakan. Kemudian, setelah kejadian itu, barulah saya merasa bahwa saya sangat menyesali apa yang telah terjadi. Misalnya saya menyesal karena tadi saya sudah marah-marah pada teman-teman saya. Padahal itu semua yang bisa kita bicarakan dengan baik-baik tanpa marah-marah. Tapi memang jika dilihat dari lingkungan kita, kebanyakan orang itu sulit jika dalam mengontrol amarah, atau amarah itu sulit untuk dikendalikan. Sama halnya juga dengan sedih, bahagia. Akan tetapi, kalau sedih itu masih bisa untuk dikontrol, atau masih bisa dikendalikan.

C.    Keterkaitan antara Teori dengan Hasil Wawancara
Pada dasarnya, emosi itu memag sudah ada dalam diri masing-masing orang. Baik itu dari emosi amarah, sedih, senang, terkejut, takut, malu dan sebagainya. Jika dilihat dari hasil wawancara yang saya lakukan, saya dapat mengetahui bahwa emosi itu berkaitan dengan persepsi atau cara pandang seseorang terhadap sesuatu, karena setiap orang juga punya cara tersendiri untuk mengekspresikan emosinya tersebut serta cara untuk mengendalikannya pun berbeda, yaitu tergantung dari persepsi orang tersebut.
Dalam hal ini, emosi juga berkaitan dengan memori atau ingatan seseorang, karena ingatan masa lalu juga dapat mempengaruhi keadaan jiwa seseorang. Memendam emosi negatif seperti marah itu juga tidak selamanya baik, karena amarah yang di pendam terus-menerus, sewaktu-waktu akan meluap kapan saja, ada baiknya ketika kita ada masalah kita mencari tempat untuk bisa sharing dan minta solusi kepada teman yang kita percaya contohnya, dan cara lainnya kita juga bisa melakukan hal-hal positif yang bermanfaat untuk kita dan orang lain, ketika seseorang paham akan keadaan dirinya sendiri, ia akan lebih mudah mengendalikan emosinya.
Keterkaitan hasil wawancara ini dengan teori yang diambil, dapat disimpulkan bahwa dimana seseorang itu dapat mengekspresikan emosinya itu sesuai dengan perasaannya. Bahkan dari sebab akibat itu sendiri dapat dirasakannya. Seseorang akan sadar saat semua kejadian itu telah terjadi, dan akan menyesali dengan apa yang telah terjadi, jika itu dalam emosi amarah. Jika itu terjadi dalam emosi lainnya, maka semua itu akan tergantung pada diri seseorang itu, entah itu dari cara ia mengontrol atau mengendalikan dirinya.

D.    Dokumentasi
   
Foto


Jumat, 24 Januari 2020

Bahagia itu Sederhana

Setiap orang punya standar kebahagiaan masing-masing. Mungkin hari ini yang membuatnya bahagia adalah ketika bisa menyelesaikan tugas lebih cepat dari biasanya. Namun dikesempatan lain, kebahagiaan itu bisa diperoleh saat mendapatkan tantangan baru yang menjanjikan prestasi lebih baik.

Jauh di seberang sana, mereka yang hidup sederhana sudah merasa bahagia luar biasa ketika mendapatkan sepiring nasi dan lauk, meski belum ada jaminan esok hari untuk bisa mendapat makanan layak.

Bahagia memang bukan milik orang tertentu. Tapi kebahagian itu ada dimana-mana, karena kebahagian itu milik semua orang. Semua orang berhak untuk merasakan yang namanya kebahagiaan. Entah itu dari caranya sendiri, atau dari orang lain, ataupun bahkan dari hal-hal tertentu yang bisa membuatnya bahagia.

Suatu penelitian menyebutkan bahwa orang yang selalu membanding-bandingkan kekayaan atau jabatannya dengan kerabat atau teman dekatnya, cenderung tidak bahagia dan kerap merasa kecewa.

Lantas, bagaimana menemukan kebahagiaan itu?
Sebenarnya, bahagia itu sederhana. Kunci kebahagiaan itu terletak pada sikap kita, dengan mensyukuri segala sesuatu yang kita miliki, dan berjuang sepenuh hati untuk tujuan yang besar dan positif, maka kebahagiaan akan selalu mengalir di kehidupan kita.

Keep Smile!

Penciptaan Manusia dalam Sains dan Tafsir

BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang Masalah
Sebuah teori ilmiah, mencoba menelaah eksistensi manusia melalui proses perubahan secara evolutif, sejak dari bentuk yang paling sederhana sampai bentuk yang paling sederhana sampai bentuk yang paling sempurna. Teori ini dikemudian hari dikenal sebagai teori evolusi. Manusia, menurut teori evolusi, berasal usul dari kera. Karena itu, teori ini tumbuh menjadi “teori polemis”, yang berkepanjangan di antara para ilmuwan besar dunia. Saat pertama kali dia di munculkan hingga detik ini, prokontra tetap tidak bisa dihindarkan. Masing-masing ilmuwan berjuang mengajukan argumentasi mereka dengan perlengkapan intelektual yang tentu saja kuat, seiring dengan latar belakang keilmuan, social budaya, maupun keagamaan yang mereka miliki.
Teori evolusi ini, memang lebih banyak dibenarkan oleh para ilmuwan yang bergerak dibidang sains, walaupun sebagian kecil diantara mereka ada yang tidak setuju. Berbeda dengan tokoh agama, pada umumnya mereka kontra dengan teori tersebut, walaupun ada diantara mereka juga bersikap moderat.
Dalam ilmu sejarah, evolusi diartikan sebagai perkembangan social, ekonomi, politik berjalan sedikit tanpa unsur paksaan. Sedangkan dalam ilmu alam, evolusi diartikan sebagai perkembangan berangsur-angsur dari benda yang sederhana menuju benda yang paling sederhana.
Berdasarkan pengertian di atas, Conger, mengajukan suatu deskripsi yang mengatakan bahwa inti dari pengertian evolusi mencakup: (1) perubahan dalam waktu, (2) urut-urutan, (3) sebab musabab yang terkandung didalamnya, (4) sintesis yang kreatif. Dengan demikian, teori evolusi menunjukkan bahwa manusia yang ada saat ini merupakan hasil perkembangan yang secara berangsur-angsur dari waktu ke waktu, berurutan berdasarkan sebab musabab tertentu melalui proses sisntesis yang kreatif, yakni dimulai dari hewan hingga membentuk menjadi manusia seperti kita kenal dewasa ini.
Dari awal kemunculan teori evolusi Darwin telah memunculkan polemik dari berbagai kalangan naturalis (ilmuan), akademik maupun agamawan. Ketidak sepakatan terhadap evolusi Darwin, membuat penulis mengangkat judul ini sebagai gambaran terhadap perbandingan antara evolusi Darwin dengan penafsiran al-Qur’an dalam tafsir Al-Mishbah.


B.     Rumusan Masalah
Dari latar belakang yang penulis paparkan, maka penulis memfokuskan penelitian ini dengan sub-sub pembahasan diantaranya adalah:
1.      Bagaimana penciptaan manusia menurut Charles Darwin?
2.      Bagaimana penafsiran tentang penciptaan manusia menurut Quraish Shihab?
3.      Bagaimana analisis teori evolusi dengan tafsir al-Mishbah terkait penciptaan manusia?

C.    Tujuan Penelitian
Dalam sebuah penelitian, tujuan merupakan hal yang sangat penting, guna memenuhi tingkat kegunaannya. Diantara tujuan studi ini adalah:
1.      Untuk mengetahui teori evolusi menurut Charles Darwin.
2.      Untuk mengetahui penciptaan manusia menurut Charles Darwin dan Quraish Shihab.
3.      Untuk mengetahui apakah ada perbedaan atau persamaan antara teori evolusi Charles Darwin dengan Quraish Shihab terkait penciptaan manusia.

D.    Manfaat Penelitian
Sebuah penelitian tentang ayat-ayat saintis menyikapi penciptaan manusia sangat penting bagi masyarakat, terutama bagi para pelajar, beserta orang-orang yang awam yang belum memahami penciptaan manusia berdasarkan al-Qur’an, khususnya dalam kitab tafsir al-Misbah, serta untuk menghindari kesalahan berfikir umat islam terhadapa teori evolusi (Dawinisme). Dalam hal ini pula penulis berharap agar dapat menambah ilmu pengetahuan tentang tafsir al-Qur’an, khususnya “Penciptaan Manusia Dalam Sains dan Tafsir (Studi Komperatif Teori Evolusi Darwin dan Tafsir Al-Misbah)”

E.     Landasan Teori
Berdasarkan pengertian judul di atas, maka dipahami bahwa ruang lingkup dari penelitian ini yaitu, “Penciptaan Manusia Dalam Sains dan Tafsir (Studi Komperatif Teori Evolusi Darwin dan Tafsir Al-Misbah)”.  Untuk menghindari kesalahan dalam memahami pembahasan dalam proposal ini, maka penulis menjelaskan beberapa pengertian atau istilah yaitu sebagai berikut:
1.      Penciptaan
Kata penciptaan dalam KBBI memiliki arti: proses penciptaan, yang arti menciptakan itu sendiri adalah menjadikan sesuatu yang baru, membuat atau menggandakan sesuatu.[1] Dalam kitab tafsir al-Misbah dijelaskan Allah menciptakan makhluk tidak sekedar menciptakan dan menyempurnakan ciptaan itu. Tetapi Allah juga menentukan kadar masing-masing petunjuk.[2]
2.      Manusia
Manusia adalah makhluk ciptaan Allah. Manusia dalam pandangan kebendaan (materialis) hanya merupakan sekepal tanah di bumi. Manusia dalam pandangan kaum materialisem, tidak lebih dari kumpulan daging, darah, urat, tulang, urat-urat darah dan alat pencernaan. Akal dan pikirannya dianggap benda yang dihasilkan oleh otak.
3.      Sains
Kata “sains” bisa diterjemahkan dengan ilmu pengetahuan alam yang berasal dari kata natural science artinya ilmu pengetahuan. Sehingga science secara harfiah, berarti ilmu yang mempelajari mengenai alam atau mempelajari peristiwa-peristiwa yang terjadi di alam.[3]
4.      Tafsir
Pengertian tafsir menurut bahasa memiliki arti penjelasan atau keterangan terhadap maksud yang sukar dipahami dari ayat-ayat al-Qur’an. Dengan demikian, menafsirkan al-Qur’an ialah menjelaskan atau menerangkan makna-makna yang sulit dipahami dari ayat-ayat al-Qur’an.
5.      Teori Evolusi
Evolusi adalah dalam kamus besar bahasa Indonesia, memiliki arti perubahan (pertumbuhan, perkembangan) secara berangsur-ngsur dan perlahan-lahan (sedikit demi sedikit). Teori evolusi menurut Darwin adalah teori yang mengungkapkan bahwa segala sesuatu terjadi dengan sesuatu disebabkan oleh kebetulan, dia menganggap makhluk-makhluk berubah bentuk menjadi makhluk lain dan begitulah semua makhluk muncul.

F.     Tinjauan Pustaka
Berdasarkan pengkajian penulis terhadap kitab-kitab, buku-buku yang membahas tentang masalah yang sama serta topik yang berhubungan langsung dengan masalah yang dikaji ini, ditemukan ada beberapa buku yang relevan dengan masalah yang dikaji mengenai masalah “Penciptaan Manusia Dalam Sains dan Tafsir (Studi Komperatif Teori Evolusi Darwin dan Tafsir Al-Misbah)”.
Buku-buku yang terkait diantaranya:
1.      Kitab Tafsir Al-Misbah, ditulis oleh Quraish Shihab, buku ini terdiri dari 15 jilid, dan buku menggunakan metode penafsiran maudhu’i.[4]
2.      The Origin of Species, ditulis oleh Charles Darwin, karya penting dalam literatur ilmiah dan dianggap sebagai tonggak dalam teori evolusi, buku membahas tentang asla usul spesies, buku yang ditulisnya merupakan hasil hasil ekspedisi lautnya dengan kapal layar AMS BEAGLE pada tahun 1830-an.
3.      Teori Evolusi Darwin dalam Perspektif Islam,  penciptaan manusia tentang ayat-ayat al-Qur’an dan Hadits dengan ilmu kedokteran,  ditulis oleh Muhammad Ali Albar, buku ini menjelaskan tentang penciptaan manusia berdasarkan ayat-ayat al-Qur’an dan Hadits dengan ilmu yang berkaitan dengan masalah ini, seperti biologi, dan cabang-cabangnya.

G.    Metodologi Penelitian
Dalam sebuah penelitian, tidak lepas dari yang namanya metode, karena metode merupakan pedoman agar kegiatan penelitian terlaksana dengan sistematis. Untuk itu dibutuhkan metode yang sesuai untuk mendekati suatu permasalahan yang sedang diteliti. Adapun metode yang penulis gunakan dalam penelitian ini yaitu melalui tinjauan pustaka.
Dalam membahas dan menelaah data, penulis menggunakan metode deskriptif analitis yang akan digunakan dalam usaha mencari dan mengumpulkan data, menyusun, serta menjelaskan data yang sudah ada. Untuk menguraikan secara lengkap terhadap suatu objek, penulis juga menggunakan metode komperatif, yaitu membandingkan persamaan dan perbedaan pandangan orang terhadap kasus, peristiwa, ide-ide seseorang. Dalam hal ini, membandingkan penafsiran M. Quraish Shihab dengan teori evolusi Darwin terkait penciptaan manusia.
Adapun dalam pengumpulan data penelitian ini, penulis menggunakan sumber data primer dan sumber data sekunder. Sumber data primer adalah rujukan utama penulis untuk mengambil data penelitian. Sedangkan data sekunder adalah data yang membantu penelitian penulis selain data primer.

H.    Sistematika Pembahasan
Agar penulisan ini dapat menunjukkan adanya keterkaitan dn kesatuan yang utuh, penulis juga mencantumkan sistematika pembahasan yang terdiri dari 5 Bab, masing-masing terkandung beberapa subbab yang disusun secara sistematis sebagai berikut:
Bab I          : Pendahuluan, Bab ini berisi tentang latar belakang yang menguraikan tentang alasan pemilihan judul, rumusan dan batasan masalah, tujuan dan manfaat penelitian, definisi operasional dan pengertian judul, tinjauan pustaka, metode penelitian yang menguraikan tentang jenis penelitian, pendekatan yang digunakan, metode pengumpulan data, dan sistematika pembahasan.
Bab II         :   Bab II ini membahas konsep penciptaan manusia secara umum dari  segi sains, dan dalam islam.
Bab III       :   Pada Bab ini membahas tentang biografi Charles Darwin, biografi Muhamad Quraish Shihab dilanjutkan dengan penjelasan tafsir al-Misbah baik dari segi latar belakang penulisan, metodenya, sistematika penulisan.
Bab IV       :   Bab ke IV ini berisi tentang analisis penciptaan manusia antara teori evolusi Darwin dengan tafsir al-misbah terkait penciptaan manusia, pada bab ini penulis menjelaskan ruang lingkup teori evolusi Darwin, tafsir ayat-ayat asal mula penciptaan, proses penciptaan manusia, dan persamaan dan perbedaan teori evolusi Darwin dengan tafsir la-misbah.
Bab V         :   Sebagai penutup, pada bab ini penulis menyajikan kesimpulan dari proposal ini yang menguraikan hasil dari seluruh pembahasan dan jawaban dari pokok permasalahan yang telah dikemukakan sebelumnya. Selain itu bab ini juga berisi saran-saran, karena tidak ada tulisan yang sempurna, dan ternyata proposal ini masih memiliki banyak kekurangan dan kekeliruan, oleh karena itu saran dari pembaca sekalian sangat diharapkan sebagai bahan intropeksi bagi penulis.


[1] Kamus Besar Bahasa Indonesia (Jakarta: Balai Pustaka, 1990), hal. 169.
[2] M. Quraish Shihab, Tafsir Al-Misbah Jilid 15 (Lentera Hati: Jakarta, 2002), hal. 199-200.
[3] Patta Bundu, Penilaian Keterampilan Proposal dan Sikap Ilmiah Dalam Pembelajaran Sains, (Jakarta: Depdikdas, 2006), hal. 9
[4] M. Quraish Shihab. Tafsir Al-Misbah Pesan dan Keserasian Al-Qur’an (Jakarta: Lentera Hati, 2002)