Jumat, 24 Januari 2020

Penciptaan Manusia dalam Sains dan Tafsir

BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang Masalah
Sebuah teori ilmiah, mencoba menelaah eksistensi manusia melalui proses perubahan secara evolutif, sejak dari bentuk yang paling sederhana sampai bentuk yang paling sederhana sampai bentuk yang paling sempurna. Teori ini dikemudian hari dikenal sebagai teori evolusi. Manusia, menurut teori evolusi, berasal usul dari kera. Karena itu, teori ini tumbuh menjadi “teori polemis”, yang berkepanjangan di antara para ilmuwan besar dunia. Saat pertama kali dia di munculkan hingga detik ini, prokontra tetap tidak bisa dihindarkan. Masing-masing ilmuwan berjuang mengajukan argumentasi mereka dengan perlengkapan intelektual yang tentu saja kuat, seiring dengan latar belakang keilmuan, social budaya, maupun keagamaan yang mereka miliki.
Teori evolusi ini, memang lebih banyak dibenarkan oleh para ilmuwan yang bergerak dibidang sains, walaupun sebagian kecil diantara mereka ada yang tidak setuju. Berbeda dengan tokoh agama, pada umumnya mereka kontra dengan teori tersebut, walaupun ada diantara mereka juga bersikap moderat.
Dalam ilmu sejarah, evolusi diartikan sebagai perkembangan social, ekonomi, politik berjalan sedikit tanpa unsur paksaan. Sedangkan dalam ilmu alam, evolusi diartikan sebagai perkembangan berangsur-angsur dari benda yang sederhana menuju benda yang paling sederhana.
Berdasarkan pengertian di atas, Conger, mengajukan suatu deskripsi yang mengatakan bahwa inti dari pengertian evolusi mencakup: (1) perubahan dalam waktu, (2) urut-urutan, (3) sebab musabab yang terkandung didalamnya, (4) sintesis yang kreatif. Dengan demikian, teori evolusi menunjukkan bahwa manusia yang ada saat ini merupakan hasil perkembangan yang secara berangsur-angsur dari waktu ke waktu, berurutan berdasarkan sebab musabab tertentu melalui proses sisntesis yang kreatif, yakni dimulai dari hewan hingga membentuk menjadi manusia seperti kita kenal dewasa ini.
Dari awal kemunculan teori evolusi Darwin telah memunculkan polemik dari berbagai kalangan naturalis (ilmuan), akademik maupun agamawan. Ketidak sepakatan terhadap evolusi Darwin, membuat penulis mengangkat judul ini sebagai gambaran terhadap perbandingan antara evolusi Darwin dengan penafsiran al-Qur’an dalam tafsir Al-Mishbah.


B.     Rumusan Masalah
Dari latar belakang yang penulis paparkan, maka penulis memfokuskan penelitian ini dengan sub-sub pembahasan diantaranya adalah:
1.      Bagaimana penciptaan manusia menurut Charles Darwin?
2.      Bagaimana penafsiran tentang penciptaan manusia menurut Quraish Shihab?
3.      Bagaimana analisis teori evolusi dengan tafsir al-Mishbah terkait penciptaan manusia?

C.    Tujuan Penelitian
Dalam sebuah penelitian, tujuan merupakan hal yang sangat penting, guna memenuhi tingkat kegunaannya. Diantara tujuan studi ini adalah:
1.      Untuk mengetahui teori evolusi menurut Charles Darwin.
2.      Untuk mengetahui penciptaan manusia menurut Charles Darwin dan Quraish Shihab.
3.      Untuk mengetahui apakah ada perbedaan atau persamaan antara teori evolusi Charles Darwin dengan Quraish Shihab terkait penciptaan manusia.

D.    Manfaat Penelitian
Sebuah penelitian tentang ayat-ayat saintis menyikapi penciptaan manusia sangat penting bagi masyarakat, terutama bagi para pelajar, beserta orang-orang yang awam yang belum memahami penciptaan manusia berdasarkan al-Qur’an, khususnya dalam kitab tafsir al-Misbah, serta untuk menghindari kesalahan berfikir umat islam terhadapa teori evolusi (Dawinisme). Dalam hal ini pula penulis berharap agar dapat menambah ilmu pengetahuan tentang tafsir al-Qur’an, khususnya “Penciptaan Manusia Dalam Sains dan Tafsir (Studi Komperatif Teori Evolusi Darwin dan Tafsir Al-Misbah)”

E.     Landasan Teori
Berdasarkan pengertian judul di atas, maka dipahami bahwa ruang lingkup dari penelitian ini yaitu, “Penciptaan Manusia Dalam Sains dan Tafsir (Studi Komperatif Teori Evolusi Darwin dan Tafsir Al-Misbah)”.  Untuk menghindari kesalahan dalam memahami pembahasan dalam proposal ini, maka penulis menjelaskan beberapa pengertian atau istilah yaitu sebagai berikut:
1.      Penciptaan
Kata penciptaan dalam KBBI memiliki arti: proses penciptaan, yang arti menciptakan itu sendiri adalah menjadikan sesuatu yang baru, membuat atau menggandakan sesuatu.[1] Dalam kitab tafsir al-Misbah dijelaskan Allah menciptakan makhluk tidak sekedar menciptakan dan menyempurnakan ciptaan itu. Tetapi Allah juga menentukan kadar masing-masing petunjuk.[2]
2.      Manusia
Manusia adalah makhluk ciptaan Allah. Manusia dalam pandangan kebendaan (materialis) hanya merupakan sekepal tanah di bumi. Manusia dalam pandangan kaum materialisem, tidak lebih dari kumpulan daging, darah, urat, tulang, urat-urat darah dan alat pencernaan. Akal dan pikirannya dianggap benda yang dihasilkan oleh otak.
3.      Sains
Kata “sains” bisa diterjemahkan dengan ilmu pengetahuan alam yang berasal dari kata natural science artinya ilmu pengetahuan. Sehingga science secara harfiah, berarti ilmu yang mempelajari mengenai alam atau mempelajari peristiwa-peristiwa yang terjadi di alam.[3]
4.      Tafsir
Pengertian tafsir menurut bahasa memiliki arti penjelasan atau keterangan terhadap maksud yang sukar dipahami dari ayat-ayat al-Qur’an. Dengan demikian, menafsirkan al-Qur’an ialah menjelaskan atau menerangkan makna-makna yang sulit dipahami dari ayat-ayat al-Qur’an.
5.      Teori Evolusi
Evolusi adalah dalam kamus besar bahasa Indonesia, memiliki arti perubahan (pertumbuhan, perkembangan) secara berangsur-ngsur dan perlahan-lahan (sedikit demi sedikit). Teori evolusi menurut Darwin adalah teori yang mengungkapkan bahwa segala sesuatu terjadi dengan sesuatu disebabkan oleh kebetulan, dia menganggap makhluk-makhluk berubah bentuk menjadi makhluk lain dan begitulah semua makhluk muncul.

F.     Tinjauan Pustaka
Berdasarkan pengkajian penulis terhadap kitab-kitab, buku-buku yang membahas tentang masalah yang sama serta topik yang berhubungan langsung dengan masalah yang dikaji ini, ditemukan ada beberapa buku yang relevan dengan masalah yang dikaji mengenai masalah “Penciptaan Manusia Dalam Sains dan Tafsir (Studi Komperatif Teori Evolusi Darwin dan Tafsir Al-Misbah)”.
Buku-buku yang terkait diantaranya:
1.      Kitab Tafsir Al-Misbah, ditulis oleh Quraish Shihab, buku ini terdiri dari 15 jilid, dan buku menggunakan metode penafsiran maudhu’i.[4]
2.      The Origin of Species, ditulis oleh Charles Darwin, karya penting dalam literatur ilmiah dan dianggap sebagai tonggak dalam teori evolusi, buku membahas tentang asla usul spesies, buku yang ditulisnya merupakan hasil hasil ekspedisi lautnya dengan kapal layar AMS BEAGLE pada tahun 1830-an.
3.      Teori Evolusi Darwin dalam Perspektif Islam,  penciptaan manusia tentang ayat-ayat al-Qur’an dan Hadits dengan ilmu kedokteran,  ditulis oleh Muhammad Ali Albar, buku ini menjelaskan tentang penciptaan manusia berdasarkan ayat-ayat al-Qur’an dan Hadits dengan ilmu yang berkaitan dengan masalah ini, seperti biologi, dan cabang-cabangnya.

G.    Metodologi Penelitian
Dalam sebuah penelitian, tidak lepas dari yang namanya metode, karena metode merupakan pedoman agar kegiatan penelitian terlaksana dengan sistematis. Untuk itu dibutuhkan metode yang sesuai untuk mendekati suatu permasalahan yang sedang diteliti. Adapun metode yang penulis gunakan dalam penelitian ini yaitu melalui tinjauan pustaka.
Dalam membahas dan menelaah data, penulis menggunakan metode deskriptif analitis yang akan digunakan dalam usaha mencari dan mengumpulkan data, menyusun, serta menjelaskan data yang sudah ada. Untuk menguraikan secara lengkap terhadap suatu objek, penulis juga menggunakan metode komperatif, yaitu membandingkan persamaan dan perbedaan pandangan orang terhadap kasus, peristiwa, ide-ide seseorang. Dalam hal ini, membandingkan penafsiran M. Quraish Shihab dengan teori evolusi Darwin terkait penciptaan manusia.
Adapun dalam pengumpulan data penelitian ini, penulis menggunakan sumber data primer dan sumber data sekunder. Sumber data primer adalah rujukan utama penulis untuk mengambil data penelitian. Sedangkan data sekunder adalah data yang membantu penelitian penulis selain data primer.

H.    Sistematika Pembahasan
Agar penulisan ini dapat menunjukkan adanya keterkaitan dn kesatuan yang utuh, penulis juga mencantumkan sistematika pembahasan yang terdiri dari 5 Bab, masing-masing terkandung beberapa subbab yang disusun secara sistematis sebagai berikut:
Bab I          : Pendahuluan, Bab ini berisi tentang latar belakang yang menguraikan tentang alasan pemilihan judul, rumusan dan batasan masalah, tujuan dan manfaat penelitian, definisi operasional dan pengertian judul, tinjauan pustaka, metode penelitian yang menguraikan tentang jenis penelitian, pendekatan yang digunakan, metode pengumpulan data, dan sistematika pembahasan.
Bab II         :   Bab II ini membahas konsep penciptaan manusia secara umum dari  segi sains, dan dalam islam.
Bab III       :   Pada Bab ini membahas tentang biografi Charles Darwin, biografi Muhamad Quraish Shihab dilanjutkan dengan penjelasan tafsir al-Misbah baik dari segi latar belakang penulisan, metodenya, sistematika penulisan.
Bab IV       :   Bab ke IV ini berisi tentang analisis penciptaan manusia antara teori evolusi Darwin dengan tafsir al-misbah terkait penciptaan manusia, pada bab ini penulis menjelaskan ruang lingkup teori evolusi Darwin, tafsir ayat-ayat asal mula penciptaan, proses penciptaan manusia, dan persamaan dan perbedaan teori evolusi Darwin dengan tafsir la-misbah.
Bab V         :   Sebagai penutup, pada bab ini penulis menyajikan kesimpulan dari proposal ini yang menguraikan hasil dari seluruh pembahasan dan jawaban dari pokok permasalahan yang telah dikemukakan sebelumnya. Selain itu bab ini juga berisi saran-saran, karena tidak ada tulisan yang sempurna, dan ternyata proposal ini masih memiliki banyak kekurangan dan kekeliruan, oleh karena itu saran dari pembaca sekalian sangat diharapkan sebagai bahan intropeksi bagi penulis.


[1] Kamus Besar Bahasa Indonesia (Jakarta: Balai Pustaka, 1990), hal. 169.
[2] M. Quraish Shihab, Tafsir Al-Misbah Jilid 15 (Lentera Hati: Jakarta, 2002), hal. 199-200.
[3] Patta Bundu, Penilaian Keterampilan Proposal dan Sikap Ilmiah Dalam Pembelajaran Sains, (Jakarta: Depdikdas, 2006), hal. 9
[4] M. Quraish Shihab. Tafsir Al-Misbah Pesan dan Keserasian Al-Qur’an (Jakarta: Lentera Hati, 2002)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar