BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar
Belakang Masalah
Sebuah teori ilmiah, mencoba menelaah eksistensi manusia
melalui proses perubahan secara evolutif, sejak dari bentuk yang paling
sederhana sampai bentuk yang paling sederhana sampai bentuk yang paling
sempurna. Teori ini dikemudian hari dikenal sebagai teori evolusi. Manusia,
menurut teori evolusi, berasal usul dari kera. Karena itu, teori ini tumbuh
menjadi “teori polemis”, yang berkepanjangan di antara para ilmuwan besar
dunia. Saat pertama kali dia di munculkan hingga detik ini, prokontra tetap
tidak bisa dihindarkan. Masing-masing ilmuwan berjuang mengajukan argumentasi
mereka dengan perlengkapan intelektual yang tentu saja kuat, seiring dengan
latar belakang keilmuan, social budaya, maupun keagamaan yang mereka miliki.
Teori evolusi ini, memang lebih banyak dibenarkan oleh para
ilmuwan yang bergerak dibidang sains, walaupun sebagian kecil diantara mereka
ada yang tidak setuju. Berbeda dengan tokoh agama, pada umumnya mereka kontra
dengan teori tersebut, walaupun ada diantara mereka juga bersikap moderat.
Dalam ilmu sejarah, evolusi diartikan sebagai perkembangan
social, ekonomi, politik berjalan sedikit tanpa unsur paksaan. Sedangkan dalam
ilmu alam, evolusi diartikan sebagai perkembangan berangsur-angsur dari benda
yang sederhana menuju benda yang paling sederhana.
Berdasarkan pengertian di atas, Conger, mengajukan suatu
deskripsi yang mengatakan bahwa inti dari pengertian evolusi mencakup: (1)
perubahan dalam waktu, (2) urut-urutan, (3) sebab musabab yang terkandung
didalamnya, (4) sintesis yang kreatif. Dengan demikian, teori evolusi
menunjukkan bahwa manusia yang ada saat ini merupakan hasil perkembangan yang
secara berangsur-angsur dari waktu ke waktu, berurutan berdasarkan sebab
musabab tertentu melalui proses sisntesis yang kreatif, yakni dimulai dari
hewan hingga membentuk menjadi manusia seperti kita kenal dewasa ini.
Dari awal kemunculan teori evolusi Darwin telah memunculkan
polemik dari berbagai kalangan naturalis (ilmuan), akademik maupun agamawan.
Ketidak sepakatan terhadap evolusi Darwin, membuat penulis mengangkat judul ini
sebagai gambaran terhadap perbandingan antara evolusi Darwin dengan penafsiran
al-Qur’an dalam tafsir Al-Mishbah.
B. Rumusan
Masalah
Dari latar belakang yang penulis paparkan, maka penulis
memfokuskan penelitian ini dengan sub-sub pembahasan diantaranya adalah:
1.
Bagaimana penciptaan manusia menurut Charles Darwin?
2.
Bagaimana penafsiran tentang penciptaan manusia menurut
Quraish Shihab?
3.
Bagaimana analisis teori evolusi dengan tafsir al-Mishbah
terkait penciptaan manusia?
C. Tujuan
Penelitian
Dalam sebuah penelitian, tujuan merupakan hal yang sangat
penting, guna memenuhi tingkat kegunaannya. Diantara tujuan studi ini adalah:
1.
Untuk mengetahui teori evolusi menurut Charles Darwin.
2.
Untuk mengetahui penciptaan manusia menurut Charles Darwin
dan Quraish Shihab.
3.
Untuk mengetahui apakah ada perbedaan atau persamaan antara
teori evolusi Charles Darwin dengan Quraish Shihab terkait penciptaan manusia.
D. Manfaat
Penelitian
Sebuah penelitian tentang ayat-ayat saintis menyikapi
penciptaan manusia sangat penting bagi masyarakat, terutama bagi para pelajar,
beserta orang-orang yang awam yang belum memahami penciptaan manusia
berdasarkan al-Qur’an, khususnya dalam kitab tafsir al-Misbah, serta untuk
menghindari kesalahan berfikir umat islam terhadapa teori evolusi (Dawinisme).
Dalam hal ini pula penulis berharap agar dapat menambah ilmu pengetahuan
tentang tafsir al-Qur’an, khususnya “Penciptaan Manusia Dalam Sains dan
Tafsir (Studi Komperatif Teori Evolusi Darwin dan Tafsir Al-Misbah)”
E. Landasan
Teori
Berdasarkan pengertian judul di atas, maka dipahami bahwa
ruang lingkup dari penelitian ini yaitu, “Penciptaan Manusia Dalam Sains
dan Tafsir (Studi Komperatif Teori Evolusi Darwin dan Tafsir Al-Misbah)”. Untuk menghindari kesalahan dalam memahami pembahasan
dalam proposal ini, maka penulis menjelaskan beberapa pengertian atau istilah
yaitu sebagai berikut:
1. Penciptaan
Kata
penciptaan dalam KBBI memiliki arti: proses penciptaan, yang arti menciptakan
itu sendiri adalah menjadikan sesuatu yang baru, membuat atau menggandakan
sesuatu.[1] Dalam kitab tafsir al-Misbah
dijelaskan Allah menciptakan makhluk tidak sekedar menciptakan dan
menyempurnakan ciptaan itu. Tetapi Allah juga menentukan kadar masing-masing
petunjuk.[2]
2. Manusia
Manusia
adalah makhluk ciptaan Allah. Manusia dalam pandangan kebendaan (materialis)
hanya merupakan sekepal tanah di bumi. Manusia dalam pandangan kaum
materialisem, tidak lebih dari kumpulan daging, darah, urat, tulang, urat-urat
darah dan alat pencernaan. Akal dan pikirannya dianggap benda yang dihasilkan
oleh otak.
3. Sains
Kata
“sains” bisa diterjemahkan dengan ilmu pengetahuan alam yang berasal dari kata natural
science artinya ilmu pengetahuan. Sehingga science secara harfiah,
berarti ilmu yang mempelajari mengenai alam atau mempelajari
peristiwa-peristiwa yang terjadi di alam.[3]
4. Tafsir
Pengertian
tafsir menurut bahasa memiliki arti penjelasan atau keterangan terhadap maksud
yang sukar dipahami dari ayat-ayat al-Qur’an. Dengan demikian, menafsirkan
al-Qur’an ialah menjelaskan atau menerangkan makna-makna yang sulit dipahami
dari ayat-ayat al-Qur’an.
5. Teori
Evolusi
Evolusi
adalah dalam kamus besar bahasa Indonesia, memiliki arti perubahan
(pertumbuhan, perkembangan) secara berangsur-ngsur dan perlahan-lahan (sedikit
demi sedikit). Teori evolusi menurut Darwin adalah teori yang mengungkapkan
bahwa segala sesuatu terjadi dengan sesuatu disebabkan oleh kebetulan, dia
menganggap makhluk-makhluk berubah bentuk menjadi makhluk lain dan begitulah
semua makhluk muncul.
F. Tinjauan
Pustaka
Berdasarkan pengkajian penulis terhadap kitab-kitab,
buku-buku yang membahas tentang masalah yang sama serta topik yang berhubungan
langsung dengan masalah yang dikaji ini, ditemukan ada beberapa buku yang
relevan dengan masalah yang dikaji mengenai masalah “Penciptaan Manusia
Dalam Sains dan Tafsir (Studi Komperatif Teori Evolusi Darwin dan Tafsir
Al-Misbah)”.
Buku-buku
yang terkait diantaranya:
1. Kitab
Tafsir Al-Misbah, ditulis
oleh Quraish Shihab, buku ini terdiri dari 15 jilid, dan buku menggunakan
metode penafsiran maudhu’i.[4]
2. The Origin
of Species,
ditulis oleh Charles Darwin, karya penting dalam literatur ilmiah dan dianggap
sebagai tonggak dalam teori evolusi, buku membahas tentang asla usul spesies,
buku yang ditulisnya merupakan hasil hasil ekspedisi lautnya dengan kapal layar
AMS BEAGLE pada tahun 1830-an.
3. Teori
Evolusi Darwin dalam Perspektif Islam, penciptaan manusia
tentang ayat-ayat al-Qur’an dan Hadits dengan ilmu kedokteran, ditulis oleh Muhammad Ali Albar, buku ini
menjelaskan tentang penciptaan manusia berdasarkan ayat-ayat al-Qur’an dan
Hadits dengan ilmu yang berkaitan dengan masalah ini, seperti biologi, dan
cabang-cabangnya.
G. Metodologi
Penelitian
Dalam sebuah penelitian, tidak lepas dari yang namanya
metode, karena metode merupakan pedoman agar kegiatan penelitian terlaksana
dengan sistematis. Untuk itu dibutuhkan metode yang sesuai untuk mendekati
suatu permasalahan yang sedang diteliti. Adapun metode yang penulis gunakan
dalam penelitian ini yaitu melalui tinjauan pustaka.
Dalam membahas dan menelaah data, penulis menggunakan metode
deskriptif analitis yang akan digunakan dalam usaha mencari dan mengumpulkan
data, menyusun, serta menjelaskan data yang sudah ada. Untuk menguraikan secara
lengkap terhadap suatu objek, penulis juga menggunakan metode komperatif, yaitu
membandingkan persamaan dan perbedaan pandangan orang terhadap kasus,
peristiwa, ide-ide seseorang. Dalam hal ini, membandingkan penafsiran M.
Quraish Shihab dengan teori evolusi Darwin terkait penciptaan manusia.
Adapun dalam pengumpulan data penelitian ini, penulis
menggunakan sumber data primer dan sumber data sekunder. Sumber data primer
adalah rujukan utama penulis untuk mengambil data penelitian. Sedangkan data
sekunder adalah data yang membantu penelitian penulis selain data primer.
H. Sistematika
Pembahasan
Agar penulisan ini dapat menunjukkan adanya keterkaitan dn
kesatuan yang utuh, penulis juga mencantumkan sistematika pembahasan yang
terdiri dari 5 Bab, masing-masing terkandung beberapa subbab yang disusun
secara sistematis sebagai berikut:
Bab I : Pendahuluan,
Bab ini berisi tentang latar belakang yang menguraikan tentang alasan
pemilihan judul, rumusan dan batasan masalah, tujuan dan manfaat penelitian,
definisi operasional dan pengertian judul, tinjauan pustaka, metode penelitian
yang menguraikan tentang jenis penelitian, pendekatan yang digunakan, metode
pengumpulan data, dan sistematika pembahasan.
Bab II : Bab II ini membahas konsep
penciptaan manusia secara umum dari segi
sains, dan dalam islam.
Bab III : Pada Bab ini membahas tentang
biografi Charles Darwin, biografi Muhamad Quraish Shihab dilanjutkan dengan
penjelasan tafsir al-Misbah baik dari segi latar belakang penulisan, metodenya,
sistematika penulisan.
Bab IV : Bab ke IV ini berisi tentang
analisis penciptaan manusia antara teori evolusi Darwin dengan tafsir al-misbah
terkait penciptaan manusia, pada bab ini penulis menjelaskan ruang lingkup
teori evolusi Darwin, tafsir ayat-ayat asal mula penciptaan, proses penciptaan
manusia, dan persamaan dan perbedaan teori evolusi Darwin dengan tafsir
la-misbah.
Bab V : Sebagai penutup, pada bab ini penulis
menyajikan kesimpulan dari proposal ini yang menguraikan hasil dari seluruh
pembahasan dan jawaban dari pokok permasalahan yang telah dikemukakan
sebelumnya. Selain itu bab ini juga berisi saran-saran, karena tidak ada
tulisan yang sempurna, dan ternyata proposal ini masih memiliki banyak
kekurangan dan kekeliruan, oleh karena itu saran dari pembaca sekalian sangat
diharapkan sebagai bahan intropeksi bagi penulis.
[1] Kamus Besar Bahasa Indonesia
(Jakarta: Balai Pustaka, 1990), hal. 169.
[2] M. Quraish Shihab, Tafsir
Al-Misbah Jilid 15 (Lentera Hati: Jakarta, 2002), hal. 199-200.
[3] Patta Bundu, Penilaian
Keterampilan Proposal dan Sikap Ilmiah Dalam Pembelajaran Sains, (Jakarta:
Depdikdas, 2006), hal. 9
[4]
M. Quraish Shihab. Tafsir
Al-Misbah Pesan dan Keserasian Al-Qur’an (Jakarta: Lentera Hati, 2002)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar